![]() |
| Wakil Ketua ASDOM Lama, Agus Marsudi. |
Dompu, zonakasus.com - Pemilihan ketua Asosiasi Seniman Dompu (ASDOM) pada Minggu 4 Januari 2026 lalu, dinilai tidak prosedural.
Hal itu disampaikan oleh salah seorang pengurus lama yang menjabat sebagai Wakil Ketua ASDOM, Agus Marsudi pada Rabu (8/1) pagi.
Menurutnya, kesalahan proses pemilihan ketua ASDOM kemarin itu selain diperbincangan oleh kalangan group pemilik sound, banyak yang tidak mendapatkan undangan.
"Pemilihan ketua yang baru kemarin, 50 persen anggota yang tidak memberikan hak suara karena tidak mendapatkan undangan, jadi pemilihan kemarin itu, tidak sah," ujar Agus.
Lebih jauh, Agus menerapkan bahwa, jangankan anggota, pihaknya saja sebagai Wakil Ketua ASDOM lama tidak mendapatkan undangan.
Di sisi lain, Agus menambahkan, para pengurus lama, belum dilakukan atau diadakan pembubaran pengurus, sehingga pengurus lama memiliki status yang jelas.
"Saya sebagai wakil ketua pengurus lama tidak terima, apalagi tidak dilakukan pembubaran pengurus lama, jika demikian, ASDOM ini bisa dikatakan dua lisme," tandasnya dengan nada tagas.
Agus kembali menegaskan bahwa, pemilihan ketua ASDOM baru tidak memenuhi syarat dan sengaja dilakukan sembunyi-sembunyi demi kepentingan segilintir orang.
"ASDOM ini merupakan organisasi skala Kabupaten, jadi jangan seenaknya melakukan pemilihan sebagian orang saja, ingat, pendirinya masih banyak," tagas Agus.
"Maka dari itu, kembali saya tegaskan, pemilihan ketua kemarin batal, harus dan harus diadakan pemilihan ulang," sambung Agus diakhir penyampaianya. [ZK-Jaya BY]

