Zonakasus.com - Bima - Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Desa Sanolo menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Desa Sanolo Rabu siang, atas dugaan laporan pertanggung jawaban (LPJ) fiktif serta lemahnya keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan Dana Desa.
Dalam orasinya, Anjas Selalu Koordinator Aksi menyampaikan, bahwa berbagai persoalan sosial yang dirasakan masyarakat Desa Sanolo menjadi alasan utama pemuda dan mahasiswa turun ke jalan. Ia menilai Pemerintah Desa Sanolo tidak transparan dalam menyampaikan informasi penggunaan Anggaran Desa kepada masyarakat.
“Kami hadir membawa keresahan warga. Ada banyak program desa yang dilaporkan berjalan, tetapi fakta di lapangan tidak pernah dirasakan oleh masyarakat,” tegas Anjas di hadapan massa aksi.
Salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut adalah dugaan adanya laporan pembangunan yang tidak pernah direalisasikan. Massa aksi menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya akuntabilitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran yang bersumber dari Dana Desa.
Selain itu, massa juga menyoroti pengelolaan program pemerintahan Desa, khususnya pada sektor pengembangan sistem informasi desa. Program tersebut dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik, meskipun dalam laporan disebutkan menyerap anggaran desa dalam jumlah besar.
Aliansi Pemuda Peduli Desa Sanolo juga menilai sikap Pemerintah Desa Sanolo bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Hingga aksi berlangsung, masyarakat disebut tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi terkait laporan akhir tahun maupun rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar Pemerintah Desa Sanolo membuka seluruh dokumen pengelolaan keuangan desa secara transparan. Mereka juga mendesak aparat pengawasan di Kabupaten Bima untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Dana Desa.
Tak hanya itu, massa aksi juga meminta agar seluruh perangkat desa diaktifkan kembali guna memastikan sistem administrasi dan keuangan desa berjalan sesuai ketentuan.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib, namun disayangkan tidak direspons langsung oleh pihak Pemerintah Desa Sanolo. Kepala desa tidak menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas tuntutan yang disampaikan.
Menutup aksinya, Koordinator Lapangan Anjas menegaskan bahwa pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dan melaporkannya kepada Tipidkor apabila tidak ada itikad baik dari pemerintah desa untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka dan transparan. (ZK-07)
