LSM Lera Soroti Air PDAM

Diduga Air PDAM Bauh, Keruh dan Berulat, Warga Dompu Barat Ancam Tolak Bayar Iuran

Zona Kasus
, April 20, 2026 WAT
Last Updated 2026-04-20T10:26:55Z
Anggota LSM Lera Dompu. 


Dompu, zonakasus.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lera Kabupaten Dompu angkat bicara terkait krisis kualitas air bersih yang dikeluhkan warga di wilayah Kecamatan Woja (Dompu Barat). 


Air yang bersumber dari Dam Mila diduga kuat telah terkontaminasi bangkai dan mengandung bakteri berbahaya yang membahayakan kesehatan warga. 


Hal itu semakin menjadi sorotan tajam setelah terungkap fakta bahwa upaya pencegahan sebenarnya sudah disarankan sejak lama. 


Ketua LSM Lera Dompu mengatakan, Bupati beserta Balai Wilayah Sungai (BWS) sudah memberikan arahan terhadap pihak PDAM pada Desember 2025 lalu, agar air menunggunakan bahan kimia kaporit untuk menjernihkan serta mensterilkan air. Namun sayangnya, saran dan instruksi penting tersebut diduga diabaikan begitu saja. 


Menurut Ketua LSM Lera, Direktur PDAM hingga saat ini dinilai belum melaksanakan rekomendasi tersebut, sehingga kualitas air yang mengalir ke rumah warga tidak terjamin kebersihannya. 


"Kami menerima laporan masyarakat Dompu Barat bahwa air yang keluar dari keran berbauh busuk, keruh, bahkan banyak yang mengeluhkan airnya berulat. Ini sangat berbahaya jika digunakan untuk mandi, mencuci, apalagi untuk keperluan dapur," ujar Ketua LSM Lera Dompu, Senin (20/04/2026). 


Lembaga ini menegaskan, kelalaian dalam pengolahan air mentah dari Dam Mila menjadi penyebab utama masalah ini. Padahal, solusi teknis sudah diberikan oleh pemimpin daerah dan instansi teknis terkait sejak bulan Desember tahun lalu. 


"Yang mengejutkan, Bupati dan BWS sudah menyarankan penggunaan kaporit sejak Desember 2025 agar air steril dari bakteri, namun sayangnya hal ini tidak dilakukan dan diabaikan oleh pihak manajemen PDAM. Ini kelalaian yang sangat fatal," tegasnya.



Akibat kondisi yang tidak kunjung membaik dan cenderung semakin memburuk, dampaknya kini mulai terasa secara ekonomi. Warga Dompu Barat menyatakan sikap tegas dengan menolak membayar iuran air kepada PDAM. 


Masyarakat beralasan, mereka tidak mau membayar mahal untuk layanan yang tidak layak konsumsi. Air yang seharusnya bersih dan sehat justru berbau tidak sedap dan mengandung ulat, sehingga dianggap tidak sesuai dengan tarif yang dibebankan. 


"Karena kualitas air yang sangat memprihatinkan ini, warga sekarang sudah tidak mau lagi membayar iuran. Bagaimana mau bayar kalau airnya saja tidak layak pakai? Ini bentuk protes masyarakat terhadap buruknya pelayanan," tambahnya. 


LSM Lera menilai bahwa kondisi ini merupakan bentuk kelalaian yang dapat menimbulkan dampak luas bagi kesehatan publik dan keuangan daerah. Pihaknya mendesak agar Pemerintah Kabupaten Dompu segera turun tangan menindaklanjuti hal ini. 


LSM Lera meminta agar instruksi penggunaan kaporit segera dieksekusi, perbaikan kualitas air dilakukan secepatnya, serta dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap kinerja direksi PDAM yang dinilai tidak menjalankan arahan atasan. 


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Direktur PDAM Dompu terkait tuduhan pengabaian instruksi dan penolakan pembayaran iuran oleh warga tersebut. [ZK-Godam]

SepekanMore