![]() |
| Humas LSM LERA Dompu, Rahman Fauzi. |
Dompu, zonakasus.com - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dompu menyampaikan bahwa anggaran Rp 100 juta tidak cukup untuk pengadaan bahan kimia penjernihan air berupa tawas dan kaporit.
Menurut Direktur PDAM Dompu, anggaran sebesar itu dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional, di tengah persoalan kritis air bersih yang sedang dialami warga.
Hal itu, disoroti oleh LSM LERA Dompu justru mempertanyakan logika tersebut. Devisi HUMAS, LSM Lera, Rahman Fauzi merasa heran dan tidak terima dengan alasan disampaikan oleh Direktur PDAM yang menurutnya tidak rasional.
"Masa anggaran Rp100 juta dianggap tidak mampu untuk pengadaan kaporit dan tawas? Memang seberapa mahal sih harga bahan kimia itu? Emang harganya lebih dari seratus juta?" tanya Rahman Fauzi dengan nada kecewa, Rabu (23/04).
Lebih jauh, Rahman Fauzi menyampaikan bahwa, anggaran Rp 100 juta sebenarnya adalah jumlah yang cukup besar untuk pembelian bahan-bahan tersebut, terlebih jika dikelola dengan baik dan benar.
Berangkat dari itu, Rahman Fauzi curiga ada upaya menyalahkan pihak lain, dan warga menuding bahwa pernyataan tersebut terkesan dibuat-buat untuk menutupi masalah manajemen internal.
"Pernyataan Direktur itu menurut kami seolah-olah dibuat-buat, seolah-olah ingin menyalahkan pihak lain. Padahal yang terjadi mungkin saja ada masalah dalam pengelolaan atau justru ada permainan di balik itu," tambahnya.
Di kahir penyampaiannya, Rahman Fauzi berharap terhadap PDAM tidak mencari kambing hitam atau membebankan masalah pada faktor anggaran semata, melainkan lebih fokus bekerja secara profesional dan transparan.
"Jangan sampai masalah air bersih ini dibiarkan berlarut-larut dengan alasan yang tidak masuk akal. Masyarakat butuh solusi nyata, bukan alasan," tegasnya.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih rinci dan data pembelian yang jelas dari pihak PDAM terkait penggunaan anggaran tersebut. [ZK-Wan Gimbal]

